HINDIA, FOR REVENGE X STEREO WALL,
SID, PERUNGGU, 510, .FEAST,
DIALOG DINI HARI, WHITE SWAN,
AND MANY MORE TO COME
Daniel Baskara Putra, vokalis lama .Feast, kini solo dengan nama Hindia. Musiknya indie-pop/rock bertema emosional & reflektif, terkenal lewat album Menari Dengan Bayangan dan Lagipula Hidup Akan Berakhir. Pada 2025, Baskara mendapatkan Penghargaan Fortune Indonesia 40 Under 40. Penghargaan ini diberikan pada acara Fortune Indonesia Summit 2025, 6 Februari 2025 di The Westin Jakarta.
Tuan Tigabelas mengawali kariernya dimulai pada tahun 2009 saat menulis lagu sendiri sejak masih kuliah. Kemudian pada 2011 ia bersama teman-temannya membentuk sebuah band bernama Rebel Education Project (REP) yang bergenre hip hop. Ia bersama bandnya merilis album pertama, yang berjudul Letter To dirilis pada 16 Juni 2014.
The Dissland band yang sudah terbentuk sejak 1999 sebagai salah satu band punk rock yang tetap eksis hingga saat ini. Sejak berkarir The Dissland sudah merilis 4 album dan sempat menjalani tour album keempat ke Malang dan Surabaya. Atmosfer moody dan tekstur musik mendalam, sering bermain panjang dan mengundang emosi lewat suara instrumental yang dramatis.
Yura Yunita adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan pencipta soundtrack film Indonesia yang dikenal dengan karya-karya yang mendalam dan realis, seringkali terinspirasi dari pengalaman pribadi. Karya-karyanya, seperti “Tutur Batin” dan “Dunia Tipu-Tipu,” mengeksplorasi tema penerimaan diri, cinta, dan keikhlasan dalam menghadapi ketidaksempurnaan. Ia juga dikenal melalui lagu-lagu seperti “Cinta dan Rahasia” (duet dengan Glenn Fredly) dan “Tanda” yang memiliki makna mendalam tentang pencarian makna hidup dan ketenangan.
Kangen Band adalah grup musik pop melayu Indonesia yang dibentuk pada tahun 2005 di Bandar Lampung. Mereka dikenal dengan lagu-lagu bertema cinta yang melankolis, seperti “Yolanda” dan “Cinta Sampai Mati”, yang seringkali menceritakan tentang kerinduan, kesedihan, dan harapan dalam hubungan asmara. Band ini mengalami beberapa kali pergantian personel, namun pada akhirnya kembali ke formasi awal pada tahun 2020.
Tipe-X adalah grup band Indonesia beraliran ska yang terbentuk pada 10 September 1995 di Jakarta, dengan nama awal Headmaster. Mereka dikenal dengan lagu-lagu hits seperti “Genit”, “Sakit Hati”, dan “Mawar Hitam”. Tipe-X telah merilis beberapa album, termasuk SKA Phobia (1999), Mereka Tak Pernah Mengerti (2001), dan Seven (2012). Band ini telah mengalami beberapa kali pergantian formasi, namun tetap eksis hingga saat ini, dengan formasi terakhir terdiri dari Tresno Riadi (vokal), Billy dan Yoss (gitar), Micky (bass), Anto (trombone), dan Arie Hardjo (drum).
Mr. Rayen adalah seorang musisi Bali yang dikenal dengan karya-karyanya yang mengangkat tema keluarga dan kehidupan sehari-hari, seringkali dengan sentuhan komedi. Beberapa lagu terkenalnya termasuk “Tresna Butuh Materi” yang ia nyanyikan bersama putrinya, Omang Verly, dan “Demi Iluh” yang menjadi judul album pertamanya. Ia juga dikenal dengan lagu-lagu yang mengajak kaum milenial untuk menolak hoax dan menjaga persatuan bangsa.
Yong Sagita adalah salah satu legenda musik pop Bali yang memulai kariernya sejak tahun 1985. Lahir di Buleleng pada 30 November 1961, ia dikenal luas berkat lagu-lagu hits yang ikonik dan gaya bermusik yang khas. Awal kariernya dimulai bersama duo 2S (Sagita & Sayup) dengan album Madu teken Tuba, dan dilanjutkan dengan deretan album populer seperti Ngipi Lucut, Karmina, Ngiler-ngiler, dan Karmina III. Lagu-lagu seperti Jaje Kakne, Ngipiang Tunangan, Bungkung Pasubaya, dan Ingetan Pucak Mangu menjadi hits yang melekat di hati masyarakat Bali hingga kini.
Bayu KW, yang bernama asli I Komang Bayu Kasta Warsa, adalah legenda musik pop Bali dari Desa Selat, Klungkung. Ia memulai karier di era 1980‑an sebagai pengamen jalanan dan bahkan sempat bekerja di toko kaset sebelum akhirnya sukses memasuki dunia rekaman. Pada tahun 2001, ia meluncurkan single “Sarinem Terikasem” yang kemudian meraih keberhasilan besar bersama hits seperti “Sarinem Neha‑Nehi” dan “Kangguang Malu”, menegaskan posisinya sebagai ikon musik rakyat Bali
Terbentuk 1997 di tengah keramaian dosa dan peristiwa di Kuta (Bali), Devildice yang dibentuk oleh JRX (gitar/vokal) dan Kuzz (bass) awalnya memakai nama Culture On Fire dan memilih menjadi band cover version Social Distortion, band rock n roll punk idola mereka. Dibantu oleh beberapa kawan yang mengisi posisi drum dan gitar, Culture On Fire rajin meramaikan acara-acara musik yang bersifat underground di Bali.
For Revenge adalah sebuah band emo yang dibentuk di Bandung, Indonesia pada tahun 2006. Grup ini terdiri dari vokalis Boniex Noer, gitaris Arief Ismail, bassis Izha Muhammad, dan drummer Archims Pribadi. Mereka merilis album perdana mereka Fireworks pada tahun 2010. Kolaborasi dua band emosional/alternatif (For Revenge dari Bandung & StereoWall dari Jakarta). Mereka terkenal lewat lagu “Jakarta Hari Ini” yang penuh nuansa kerinduan dan romantika.
Perunggu adalah band rock asal Jakarta yang terbentuk pada tahun 2019. Band ini terdiri dari Adam Adenan, Ildo Hasman, dan Maul Ibrahim. Mereka dikenal sebagai “band pulang kantor” karena terbentuk dari kegiatan latihan musik setelah pulang kerja. Perunggu telah merilis beberapa single dan satu album studio berjudul “Memorandum”. Beberapa single mereka antara lain “Menyala”, “Rencana Usang”, “Jenuh Kan Kutelan”, “Biang Lara”, “Tarung Bebas”, “Pastikan Riuh Akhiri Malammu”, “33x”, dan “Tapi”.
Superman Is Dead (SID) adalah band punk rock legendaris asal Bali yang dibentuk pada tahun 1995. Trio yang terdiri dari Jerinx (drum), Bobby Kool (vokal/gitar), dan Eka Rock (bass) ini dikenal lewat lagu-lagu bernuansa punk dengan semangat perlawanan, nasionalisme, dan kritik sosial.
.Feast terbentuk saat para anggotanya masih kuliah di Jurusan Ilmu Sosial dan Politik Universitas Indonesia. Pada tahun 2014, mereka merilis album perdana berjudul “Camkan” yang mengangkat tema Kebebasan Beragama di Indonesia.
510 adalah band rock asal bandung. Band ini beranggotakan Pras Goldinantara (gitar), Faizal Permana (vokal), dan Winaldy Senna (drum). 510 juga merupakan kelanjutan dari band sebelumnya, SLAP IT OUT, di mana beberapa personelnya merupakan pendiri dan anggota SLAP IT OUT.
Agung Ketut Rai adalah seorang penyanyi pop Bali yang menjadi terkenal berkat lagunya yang berjudul “Timpal Sirep”. Ia seorang pendatang baru dalam industri musik pop Bali dan berhasil meraih popularitas melalui lagu tersebut, bahkan menjadi viral di media sosial. Agung Ketut Rai yang berusia 47 tahun, dikenal juga sebagai penjual kelapa, kini sering tampil di berbagai acara dan festival di Bali.
Pair A Dice adalah band asal Bali yang dikenal sebagai salah satu pelopor musik ska punk di Pulau Dewata. yang memuat lagu-lagu dengan irama enerjik, trompet khas ska, dan semangat punk yang kuat. Pair A Dice menjadi bagian penting dari kebangkitan musik ska di Bali, yang menjadi titik balik eksistensi komunitas ska setelah sempat meredup. Band ini tetap konsisten berkarya meskipun tren ska mengalami pasang surut. Kehadiran Pair A Dice tak hanya mewakili semangat bermusik independen di Bali, tapi juga menjadi simbol bahwa genre ska punk masih hidup dan relevan di tengah dinamika industri musik lokal.
Satva adalah band indie asal Bali yang mengusung genre yang deras dan kompleks, dikenal sebagai jenis “pop riot” yang menembus batas antara garage rock, alt rock, rap rock, dan pop punk. Terbentuk sejak 10 Januari 2021, nama Satva diambil dari kata Bali yang berarti “cerita”—cerminan misi mereka untuk menyuarakan emosi mentah dan pengalaman hidup nyata dalam setiap lagu . Formasi Satva terdiri atas Dion (bass), Naya (drum), Vita (vokal), dan Budi (gitar)
Zat Kimia didirikan Ian Joshua Stevenson (vokal/gitar) bersama Made Edi Kurniawan (bass/keyboard). Ide membentuk band muncul dari sebuah studio di kawasan Sekar Sari, Gank 7, No. 3, Denpasar, Bali. Meski saat itu hanya berdua, mereka telah punya gambaran untuk nama band yang bakal dibuat.
Astera adalah Band pop rock alternatif asal Bali, Indonesia pada tahun 2014. Band ini terdiri dari Rio Bagastyan (vokal), Dode Debby (gitar), Raden Bagus (gitar), dan Chandra Raditya (drum). Mereka dikenal dengan melodi gitar yang kuat dan gaya musik yang berorientasi pada pop, namun dengan sentuhan indie rock kiri, yang berhasil menarik perhatian banyak penggemar.
Instant Karma adalah band metalcore asal Denpasar, Bali. Mereka didirikan tahun 2002 dan baru saja merilis album penuh perdana mereka yang berjudul “Through This Suffering” pada tahun 2022. Album ini dirilis dalam format CD dan juga akan tersedia secara digital. Band ini juga sempat mengalami perubahan personel dalam perjalanannya.
Berawal dari Genre Post-Hardcore, band yang mengawali karir bermusiknya pada 1 Desember 2005 ini telah merilis 1 Album EP (“Your Friend Can Be Your Enemy” – 2006) dan 3 Album LP (“The Curse Of…” – 2008, “Better Brighter” – 2011 & “Vice Versa” – 2016) yang didistribusikan secara independen di Bali dan Luar Pulau Bali. Pernah menjadi Opening Act YOUR DEMISE (UK), IN LEAGUE (AUS), MISS MAY I (USA) & MOVEMENTS (USA). Berkolaborasi menggelar Mini Tour bersama band-band seperti THIRTEEN, DIVIDE & SUNRISE di luar Pulau Bali. Menjadi salah satu band pengisi kompilasi “CHEERS FROM ROCKET ROCKERS”.
Yehoranesy adalah sebuah band yang berbasis di Bali, Indonesia. Mereka memainkan musik black metal dan memiliki label musik bernama Bali Headbanger Music. Beberapa karya mereka yang bisa ditemukan di Bandcamp meliputi “Sebuah Pemujaan Suci” (Maret 2025), “Whispers of the ‘Leak'” (Desember 2024), “Nikmat Berujung Derita” (Oktober 2024), dan lain-lain.
The CatRolls, band indie Bali yang menghamba pada skema musik Rock n Roll british ini terbentuk pada awal 2014. Di pelopori oleh Wirbro (stand up drumer) dan Gustavo (guitar), maka pada 24 Agus-tus 2014 terbentuklah The Catrolls yang beranggotakan 5 pemuda necis, Marco (vocalist), Gustavo (guitar 1), Wirbro (standup drumer) Coki (guitar 2), dan Gungde yang digantikan Oleh Arial (bass). Kenapa The CatRolls (kucing berguling)? kucing bernyawakan 9 dan akan selalu berguling dari masa ke masa, begitulah mereka menjelaskan mengapa memilih nama ini sebagai identitas diri.
BSAR adalah band rock ’n’ roll asal Denpasar, Bali, yang terbentuk pada tahun 2021 dengan formasi empat personel. Mengusung energi panggung yang hidup, BSAR mulai dikenal di skena musik lokal berkat lagu-lagu mereka yang mengombinasikan nuansa rock klasik dengan sentuhan modern khas anak muda Bali . Sejak awal terbentuk, mereka konsisten tampil di berbagai event musik di Bali, mulai dari kafe dan bar lokal hingga festival musik kecil yang menjadi wadah penting bagi band indie baru
Agapeea adalah band alternatif emosional asal Bali yang berkembang di skena post-hardcore/emo lokal. Mereka muncul cukup menonjol di awal hingga pertengahan 2020-an, dikenal lewat single seperti Dan Tiada, Tampa, dan Paralyzed, di mana Paralyzed disebut menampilkan sisi musik mereka yang paling “berisik dan emosional” . Agapeea turut meramaikan berbagai acara musik di Bali—misalnya tampil dalam Impersonate Show di STOPCO Renon (Februari 2024) dan menjadi bagian dari line-up festival lokal seperti Pesta Kecil “Eleventwelfth” di Denpasar. Musik mereka memadukan vokal emosional, riff gitar intens, dan ketukan drum dinamis, menjadikannya favorit di kalangan pendengar skena keras dan berelemen emosional.
Pizza Pizza adalah band pop punk asal Bali yang dikenal karena konsep unik dan humoris mereka yakni mengangkat tema pizza sebagai benang merah dalam musik dan identitas band. Mereka muncul di kancah musik independen pada 2019 dan langsung menarik perhatian lewat perilisan album debut dengan lagu-lagu pendek berdurasi sekitar satu menit. Album ini dirilis secara digital dan disorot oleh media alternatif Asia seperti Unite Asia, yang menyebutnya sebagai salah satu rilisan pop punk yang segar dan menyenangkan dari Indonesia.
Cherished adalah salah satu band alternatif dari Bali yang aktif di skena musik lokal, dikenal lewat penampilan mereka di panggung-panggung skala indie dan festival lokal. Mereka termasuk dalam line-up acara Impersonate Show di STOPCO Renon, Denpasar pada 3 Februari 2024, bersama nama-nama seperti Name of Hate, Nevach, dan Agapeea . Kehadiran Cherished dalam acara seperti ini menunjukkan keterlibatan mereka dalam komunitas musik Bali yang beragam, serta semangat mereka untuk tampil di tengah keramaian band-band rock, metal, dan post-hardcore. Meski detail tentang gaya musik, formasi personel, atau diskografinya masih tergolong minim, keikutsertaan Cherished dalam line-up tersebut menandakan bahwa mereka aktif dalam skena alternatif dan memiliki potensi untuk tumbuh menjadi salah satu wajah musik lokal yang menjembatani antar genre di Bali.
Valse adalah band indie berbasis di Denpasar, Bali, yang mencuri perhatian lewat rilisan EP Istana Kaca pada tahun 2024. EP ini menampilkan empat trek—“Distortia”, “Istana Kaca”, “Karsa”, dan “Titik Nadir” yang dipadu dalam suasana atmosferik, gitar melankolis, dan lirik reflektif tentang kerentanan dan konflik batin . “Istana Kaca” sebagai judul lagu utama terasa menyimpan metafora rapuhnya ekspektasi dan harapan, sementara komposisinya membawa nuansa alt‑rock yang halus namun kuat. Rilisan ini memberi sinyal bahwa Valse tidak sekadar ikut tren, tapi punya visi tersendiri dalam berekspresi musikal. Dengan EP perdana mereka ini, Valse menetapkan fondasi yang menjanjikan untuk karya-karya berikutnya di kancah musik indie Bali.
“MASPRIA x POP PUNK ATTITUDE” mengacu pada kolaborasi antara DJ Maspria dan event organizer Pop Punk Attitude, yang akan menampilkan set DJ dan karaoke oleh Maspria dalam acara “Pop Punk Summer Night 2025”. Acara ini akan menampilkan beberapa band pop punk dan diselenggarakan di BAS Coworking Space di Bali. Pop punk adalah subgenre musik yang menggabungkan elemen-elemen punk rock dengan melodi yang lebih pop dan lirik yang lebih emosional atau sentimental.
Ahmad Abdul (lahir 31 Mei 1993) merupakan penyanyi sekaligus pencipta lagu jebolan Indonesian Idol season 9 tahun 2018. Penyanyi itu akhirnya berhasil keluar sebagai runner-up dari ajang pencarian bakat tersebut. Setelah melalui persaingan dalam Indonesian Idol, ia merilis single debut ciptaannya yang berjudul “Coming Home”, lalu diikuti oleh lagu berikutnya ciptaan LaleIlmanNino berjudul “Bukan Cintaku” dan single lainnya yaitu “Tell Me Something” “Up To The Sky” dan “Gold”.
Parau adalah band Metal/Hardcore yang berasal dari Denpasar, Bali. Berdiri sejak September 2002, lirik yang mereka hasilkan berada pada tema-tema kritik politik serta sosial. Pada 2019 mereka berkesempatan mengisi line-up dari Hohaiyan Gongliao Rock Festival, Taiwan. Pergabungan dua unsur yang memperkuat fondasi pada album yang menambah nuansa permainan yang dihadirkan. Vokal yang berat sangat serasi dipadukan pada riff-riff yang heavy.
Morbid Monke adalah band post-punk asal Bali yang dibentuk di Denpasar pada tahun 2024. Formasi saat ini meliputi penyanyi utama Karisma Kele, dan musisi Krisna (gitar), Deoka (bass), Dewok (kuningan), dan Gerby (drum)
Stand Here Alone (SHA) adalah band pop-punk melodic asal Bandung yang menarik perhatian komunitas musik di Bali berkat kolaborasi spesial dalam karya-karya terbarunya. Dirilis Januari 2025, single “Pura‑Pura Terluka” menampilkan Mr Botax dari Lolot Band asal Bali, dengan video musik yang digarap langsung di Pulau Dewata. Dengan tema playing victim dalam dinamika hubungan, lagu ini dibalut nada ceria dan jenakamenghadirkan pesan mendalam dalam balutan musik yang ringan .
STRANGERS adalah supergroup metal modern asal Bandung yang dibentuk pada tahun 2022, terdiri dari musisi-musisi kawakan seperti Dixie (vokal), Avedis Mutter dan Chalsy (gitar), serta Putra Pra Ramadhan (drum) — semua berasal dari band-band metal ternama seperti Burgerkill, Aftercoma, CVNDY, dan Sheol. Band ini merilis EP self‑titled pada 25 Desember 2024, menampilkan enam lagu (“Lair”, “Pelakhar”, “Mala”, “Empat”, “Sesakala”, “bmTh”) yang membaurkan gaya metalcore, hardcore, deathcore, dan djent, serta menonjolkan gitar tujuh senar dan tuning Drop G sebagai ciri khas teknis
Tika Pagraky, bernama lengkap Ni Wayan Ika Mulaning Pagraky (lahir 15 Mei 1996 di Karangasem, Bali), adalah penyanyi dan penulis lagu yang memulai karier sebagai anggota grup vokal Dewi-Dewi pimpinan Ahmad Dhani dan merilis debut solo pada 2020 lewat lagu “Wanita Sepertiku” di bawah Republik Cinta Manajemen . Sejak merintis solo, Tika dikenal lewat lagu-lagu pop Bali dan Indonesia seperti “Bye”, “Idaman Hati”, “Permata Hati”, “Seandaine”, dan “Buaya”
The Batcave adalah nama band teenage ska punk asal Bali. Band ini baru saja merilis single perdana mereka berjudul “All Hustle, No Luck”. Mereka terinspirasi oleh No Doubt dan The Interrupters, dan memiliki energi yang kuat dalam musik mereka. Band ini baru terbentuk kurang dari setahun tetapi sudah memiliki karakter yang kuat dan penampilan yang menarik. Mereka juga sempat tampil di SOYL SHOW dan acara British Riot Moto Riot, di mana mereka membawakan lagu-lagu original mereka yang baru saja dibuat dalam waktu dua minggu.
Madness on Tha Block (MOTB) adalah kolektif rap yang terpengaruh dengan golden era boom bap di tahun 90-an. Terbentuk sebagai kolektif di Denpasar dengan semangat pertemanan sekitar akhir tahun 2016. Grup ini terdari; Kid Clique (MC), Loseyes (MC), W. Jenggo (MC), B-Radio (MC/Human Beatbox), dan ada Da Kriss (Beatmaker/DJ). Karakter musik MOTB terbentuk seiring berjalannya grup ini dengan personil yang memiliki selera dan kesukaan masing-masing
BLXKBOYZ Records adalah sebuah label musik minor di Denpasar yang bergerakmendistribusikan musik online dan juga offline. BLXKBOYZ Records sudah menaungi beberapamusisi Hip Hop atau Rap asal Denpasar saat ini seperti Oz the Oddz, $icksteen, Bad Eight18teen, dan 99Blessed. BLXKBOYZ Records berhasil menarik perhatian masyarakat pendengar musik diBali dan juga Indonesia lewat beberapa rilisan single mereka beberapa waktu lalu seperti Last Time, BLXKLYFE, Whacu mean, dan Swervin’.
Blocalito 782, nama ini diambil dari gabungan domisili nomer rumah tiap personilnya, yaitu kawasan Blok O, Kaliurang dan Rotowijayan. Pada mulanya, BlocCalito 782 yang digawangi oleh Rave, Hila dan Roco hanyalah sebuah project iseng-iseng belaka. Tak disangka project iseng-isengan yang dimulai tahun 2013 ini berhasil merilis 10 single. berdirinya BlocCalito 782 juga didorong oleh kebosanan mereka bertiga melihat warna musik yang monoton di skena hip-hop Jogja kala itu. Menurut pengamatan mereka nuansa old school sangat menonjol dan mendominasi panggung hip-hop kala itu.
White Swan merupakan sebuah grup musik asal Denpasar yang dibentuk pada tanggal 7 Oktober 2016. Grup musik ini beranggotakan Sugeng Wisnusutha (Vokal), Reza Mahaputra (Gitar), Satriya Dana (Bass), dan Maha Wahyu (Drum).[1] Nama grup musik White Swan berasal dari sebuah botol saus tomat di sebuah restoran yang ia lihat setelah latihan pertama grup musik tersebut, yang di atasnya terdapat gambar seekor angsa putih. Namun di balik itu, White Swan dalam filosofi Bali berarti bersih, baik, bijaksana dalam mengambil keputusan, dan juga berada di mana-mana. Hal itulah yang membuat White Swan dipilih menjadi identitas grup musik beraliran rock ini.
Gullskank adalah sebuah kolektif pembuat musik yang berbasis di Bali. Mereka dikenal dengan eksplorasi genre musik yang beragam, termasuk Tekno, Dub, Reggae, DnB, dan Jungle. Salah satu anggotanya, ODOWN, baru saja merilis karya pertamanya berjudul “PIDUKA”, yang terinspirasi dari istilah “Guru Piduka” dalam budaya Bali, yang berarti permintaan maaf kepada alam untuk mencapai harmoni.
Myfriends Band adalah band yang digawangi oleh Rai Wiranata. Mereka aktif di media sosial seperti Instagram dan Facebook. Selain bermusik, band ini juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan seni, termasuk landscape, pemasangan batu alam, dan lukis tembok 3D. Mereka juga memiliki single terbaru dan video klip. Anda bisa menemukan musik mereka di berbagai platform, termasuk YouTube dan SoundCloud.
FLUCTUS adalah band indie pop rock dengan sentuhan surf rock yang berasal dari Bali, Indonesia. Band ini terbentuk pada tahun 2022 dan beranggotakan Davin, Deva, Oka, dan Dedi. Mereka mulai menemukan identitas musik mereka pada tahun 2023, dengan ciri khas gitar vintage dan spring reverb. FLUCTUS terinspirasi oleh band-band seperti The Ventures, The Panturas, FUR, Southern Beach Terror, dan SKEEGS.
FORGOOD adalah sebuah band asal Denpasar, Bali, yang terbentuk pada 10 Januari 2023. Mereka dikenal dengan gaya musik yang terinspirasi dari band-band rock era 2000-an seperti Muse. Selain itu, FORGOOD juga telah merilis beberapa single, termasuk “Company”, yang membahas tentang kerinduan, optimisme, dan keyakinan.
Settle adalah band emo–alternative dari Denpasar, Bali, yang terbentuk pada Mei 2016 dari kolaborasi sejumlah musisi dari band lokal seperti Modern Guns, Ice Cream Attack, dan Good Morning Sunrise . Debut mereka berupa EP Unpleasant Feelings (2017) yang terdiri dari empat lagu emosional dan atmosferik, yang pada awalnya membangun konsep naratif melalui bab-bab seperti “Chapter 2”, “Chapter 7”, dan seterusnya. Setelah itu mereka merilis single “Chapter 8: Eighteen‑hundred Days” (2021), melanjutkan rentetan cerita emosional tersebut.
Mesin Waktu adalah sebuah band. Ada beberapa band dengan nama “Mesin Waktu”. Salah satunya adalah band asal Surabaya yang baru saja merilis single perdana berjudul “Senyawa Berlabuh” dengan nuansa musik tahun 80-an. Ada juga band lain dengan nama yang sama, Mesin Waktu Project, yang aktif di Instagram dan menawarkan layanan hiburan band untuk berbagai acara. Selain itu, ada juga lagu berjudul “Mesin Waktu” yang dipopulerkan oleh Budi Doremi.
Bonbon Skoozy adalah musisi hip-hop dan freestyle rapper yang aktif di skena musik underground Bali, khususnya di kawasan Canggu. Ia dikenal lewat penampilan energik dan spontan di venue-venue alternatif seperti bar, kafe, dan ruang pertunjukan independen. Mengusung gaya rap yang santai namun penuh karakter, Bonbon Skoozy memadukan beat kasual dengan lirik penuh ekspresi, menciptakan nuansa yang khas dalam setiap penampilannya. Meskipun belum banyak terekam secara luas di media arus utama, kehadirannya di ruang-ruang kreatif lokal menunjukkan kontribusinya dalam menjaga semangat budaya hip-hop jalanan tetap hidup di Bali. Dengan pendekatan freestyle yang orisinal, Bonbon Skoozy menjadi salah satu wajah segar dari komunitas musik urban di pulau ini.
1stX adalah sebuah. band yang berasal dari Bali, Indonesia. Band ini dibentuk pada tahun 2020 oleh GBP sebagai proyek solo sekaligus kolaborasi, namun kemudian berkembang menjadi band tetap dengan satu anggota asli yang tersisa. 1stX dikenal dengan album kedua mereka yang berjudul “THE WORLD WON’T WAIT”, yang dirilis pada Maret 2022.
Morfem adalah sebuah band rock alternatif asal Jakarta yang terbentuk pada tahun 2009. Mereka dikenal dengan gaya musik yang menggabungkan unsur rock alternatif, punk rock, dan power pop, seringkali dengan sentuhan distorsi gitar yang kuat. Lirik-lirik Morfem banyak mengangkat tema sosial, kritik terhadap isu-isu sosial dan politik, serta kegelisahan pribadi.
Bagus Wirata merupakan penyanyi asal Bali yang saat ini tengah naik daun berkat lagu khasnya yang menggunakan ukulele. Bahkan, akhir-akhir ini banyak lagu Bali yang meniru ciri khas ukulele dari Bagus Wirata ini. Selain itu, Bagus Wirata juga terkenal dengan hoa hoe-nya yang selalu mengiringinya dalam setiap penampilannya. Nama Bagus Wirata sendiri mencuat pada tahun 2021 lalu melalui akun YouTube. Awalnya Bagus Wirata meng-cover beberapa lagu penyanyi ternama dengan menampilkan musik ukulele seperti Mang Senior, Yan Srikandi, hingga Panji Kuning.
Navicula adalah band grunge asal Bali yang dikenal juga sebagai “The Green Grunge Gentlemen” karena aktivitas aktivisme sosial dan lingkungan mereka. Mereka menggabungkan unsur grunge dengan berbagai warna musik seperti etnik, psychedelic, blues, alternatif, folk, dan progresif, serta menyampaikan pesan-pesan perdamaian, cinta, dan kebebasan dalam lirik lagu mereka. Band ini aktif dalam gerakan sosial dan lingkungan, termasuk kampanye menolak reklamasi di Tanjung Benoa dan advokasi isu-isu lingkungan lainnya.
Milledenials adalah band indie asal Denpasar, Bali, yang terbentuk pada tahun 2020. Band ini terdiri dari Nadya pada vokal, Billy pada bass, dan Made serta Bagus Aditya pada gitar. Milledenials dikenal dengan gaya musik “Midwest Noise Emo” yang menggabungkan elemen emo dan shoegaze dengan sentuhan pop. Mereka sering mengangkat tema tentang perjuangan dan kompleksitas masa dewasa, serta pencarian identitas di era digital.
Psychofun adalah band rockabilly asal Semarapura, Bali, yang berdiri sejak 1997. Berawal dari formasi empat orang, kini mereka berkembang menjadi enam personel. Dikenal sebagai salah satu band rockabilly paling ikonik di Bali, mereka telah merilis dua album, termasuk Ride the Wave (2005) yang diproduseri oleh vokalis Superman Is Dead. Meski musik mereka semakin matang, nuansa liar dan enerjik tetap terasa. Dengan pengalaman lebih dari satu dekade, Psychofun terus bereksperimen memasukkan unsur baru ke dalam karyanya, termasuk untuk album ketiga yang direncanakan rilis tahun 2008.
Kenya adalah unit hardcore asal Denpasar, Bali, yang terbentuk pada 26 Juni 2022 di tengah komunitas lokal “0361xCrew” . Terdiri dari empat personel—Gungwah (vokal), Bagus (gitar), Gung Yoga (bass), dan Arya (drum)—mereka langsung menunjukkan semangat DIY dan energi panggung yang mentah serta eksplosif. Pada Desember 2022, Kenya merilis single debut berjudul We Better Than U, lalu dilanjutkan dengan EP Bleed To Prove pada Mei 2023, yang juga hadir dalam format kaset pita lewat Skullism Records. Lagu “Watch Out” dari EP tersebut bahkan dibuatkan video klip hasil kolaborasi dengan Husted Youth dari Bandung.
Coldskin adalah band metallic hardcore asal Jakarta yang mulai mendapat sorotan kuat di skena musik keras Indonesia sejak debut EP mereka Underneath a Shattered Ground (Juni 2023), dirilis lewat Set The Fire Records dalam format digital dan kaset pita, menandai kehadiran mereka dengan suara agresif, riff berat, dan struktur drum cepat khas hardcore grindcore . Anggota band ini terdiri dari musisi handal seperti Praditya Eka Putra (gitar, engineer), Dennis Mandalyca (gitar), Jacob (vokal), dan Ghani (drum). Coldskin semakin melejit dengan video live in-studio EP lengkap yang dirilis pada Agustus 2023, menunjukkan intensitas energi panggung mereka.
Sourmilk adalah band alternative rock/indie pop yang berasal dari Denpasar, Bali. Terbentuk sejak 2022, kuartet ini terdiri dari Jessica (vokal & gitar), Faiz (gitar), Yudi Septyan (bass & vokal latar), dan Noriz Kiki (drum & vokal latar) . Mereka merilis single debut “Sick Girl” pada September 2022, menampilkan atmosfer gitar janggly dan lirik personal yang menyentuh tema perjuangan serta kelelahan emosional pasca putus cinta. Lagu kedua mereka, “Different Socks”, dirilis pada Maret 2023, dengan Jessica sebagai penulis lirik dan seluruh band berperan dalam komposisi musiknya. Pada awal 2024, Sourmilk merilis single “Sike”, mengeksplorasi keseimbangan antara nostalgia rock alternatif 90-an dan nuansa indie pop ceria. Liriknya menyajikan refleksi ringan dalam hubungan, tawa kecil, dan momen kebersamaan unik.
Petruk & Blauk adalah duo legendaris dalam seni Drama Gong Bali, terdiri dari I Nyoman Subrata alias Petruk (kelahiran 1949) dan Made Juni Putra alias Blauk (keturunan seniman drama gong), yang selama puluhan tahun memerankan tokoh punakawan dalam pertunjukan tradisional Bali. Keduanya terkenal lewat dialog jenaka yang tajam dan spontan, secara konsisten menyuntikkan kritik serta humor sosial—terutama lewat penggunaan kata khas seperti “bangsat”—yang membuat pementasan mereka selalu ditunggu penonton .
Alison Rock adalah band emo‑rock Jepang asal Denpasar, Bali, yang berdiri sejak 18 September 2013—nama mereka bermakna “cahaya matahari” dan melambangkan harapan untuk menjadi cahaya pertama di hati pendengarnya . Terpengaruh kuat oleh band-band seperti One OK Rock, Blue Encount, dan Coldrain, mereka awalnya sering membawakan lagu cover Jepang sebelum merilis karya orisinil.
Genzai adalah sebuah band cover Jepang berbasis di Bali yang menampilkan kolaborasi kreatif dan interpretasi unik terhadap lagu-lagu asal Jepang. Aktiv sejak 2025, mereka memiliki channel YouTube bernama thisisgenzai, meskipun jumlah subscriber-nya masih relatif kecil (sekitar 16 orang), mereka telah mengunggah dua video yang menunjukkan kemampuan teknikal dan kecintaan mereka terhadap musik Jepang . Penampilan mereka di video-video tersebut memperlihatkan perpaduan solid antara vokal dan instrumen, membuktikan jika skena musik di Bali juga mampu merangkul dan mengolah genre internasional secara serius.
HUR/SWAH adalah nama sebuah band asal Bali yang baru saja merilis single perdana mereka yang berjudul “LAJU” pada Hari Raya Galungan, 23 April 2025. Band ini mengusung genre rock dan metal, dengan sentuhan khas Bali. LAJU didedikasikan untuk mereka yang menjunjung tinggi nilai cinta kasih, persaudaraan, anti-diskriminasi, dan pantang menyerah.
Lolot is an alternative rock band originating from Denpasar, Bali, Indonesia. The hallmark of this band is using Balinese lyrics in each song. Its members are Made Bawa (vocalist/guitar), Lanang (bass), Lesmana (lead guitar), and Hendra (drums). The name “Lolot” was taken from the vocalist’s nickname, De Bawa (according to his neighbors in the village of Panjer, Denpasar), from the reverse slank of the word “stupid”, because the vocalist used to be stubborn and liked to drink alcohol.
Sekala Bali Band, yang juga dikenal sebagai SEKALA, adalah band indie rock alternatif asal Bali. Mereka merilis mini album berjudul “Titik” yang berisi lima lagu dengan aransemen rock yang khas dengan sentuhan pop di bagian reff. Selain itu, mereka juga baru saja merilis single terbaru berjudul “Pretensi”, yang menggambarkan tentang ilusi dan obsesi berlebihan. Band ini beranggotakan Agung Angga (gitar & vokal), Pasek Wicaksana (gitar), Andrian (bass), dan Agung Wahyu (drum).
26 Juli 2025, kami guncang PICA Magz Stage dengan energi baru. Di panggung ini, PEARLFORMANCE grup dance cover 48group Denpasar yang baru lahir akan menjadi 5 mutiara yang penuh talenta siap mencuri perhatian. Kenapa “Pearl”? Karena mereka permata yang belum terpolish… dan malam ini, #PICAMANIA yang memolesnya!
Lolot is an alternative rock band originating from Denpasar, Bali, Indonesia. The hallmark of this band is using Balinese lyrics in each song. Its members are Made Bawa (vocalist/guitar), Lanang (bass), Lesmana (lead guitar), and Hendra (drums). The name “Lolot” was taken from the vocalist’s nickname, De Bawa (according to his neighbors in the village of Panjer, Denpasar), from the reverse slank of the word “stupid”, because the vocalist used to be stubborn and liked to drink alcohol.
rukameofficial atau yang sering disingkat RUKAME menghadirkan penampilan unik di PICA Magz Stage dengan genre alternatif metal, memadukan keganasan heavy metal dan estetika budaya idol. Sebagai dance cover yang terinspirasi penuh oleh Babymetal, mereka membuktikan bahwa batas musik bisa ditembus melalui koreografi energik dan visual kontras yang memukau. Saksikan bagaimana mereka menjembatani dua dunia ekstrem dalam satu panggung pada 26 Juli 2025.
The Adams merupakan grup musik Indie rock yang memiliki warna musik power pop. Grup musik ini dibentuk pada tahun 2001 dengan nama Lonely Band, baru pada tahun 2002 berganti nama menjadi The Adams. Saat ini grup musik tersebut telah merilis tiga buah album studio, antara lain The Adams, v2.05 dan Agterplaas.
Dialog Dini Hari adalah sebuah band folk yang berasal dari Bali, Indonesia. Band ini dikenal dengan lirik-lirik puitis dan musik yang mendalam. Dadang S.H. Pranoto, yang juga dikenal sebagai Dankie atau Pohon Tua, adalah gitaris band grunge asal Bali, Navicula, dan juga merupakan anggota dari Dialog Dini Hari. Selain Dadang, formasi Dialog Dini Hari juga mencakup Deny Surya pada drum dan perkusi.
Jangar adalah band heavy rock yang berasal dari Denpasar, Bali, dibentuk pada tahun 2015. Band ini terdiri dari Gusten Keniten (vokal), Dewa Adi (gitar), Raibio (bass), dan Pasek Darmawaysya (drum). Jangar dikenal dengan perpaduan musik rock dengan unsur stoner, blues, heavy metal, dan arak dalam karya-karya mereka.
King of Panda, juga dikenal sebagai Kinopan, adalah band pop-punk Indonesia dari Bali . Mereka terbentuk pada awal tahun 2010-an dan dikenal karena suara mereka yang energik dan melodius, dipengaruhi oleh band-band seperti Four Year Strong, Blink-182, dan New Found Glory. Lirik band ini sering menyentuh kehidupan sehari-hari, kebanggaan lokal, dan komentar sosial, terutama mengenai ketergantungan digital dan generasi muda.
Starlit adalah band asal Jakarta yang memainkan genre pop punk/modern rock. Band ini dibentuk pada tahun 2009 dan dikenal dengan musik yang menggabungkan elemen pop, punk rock, dan musik elektronik. Beberapa lagu mereka yang populer antara lain “Akhirnya”, “Story in My Heart”, “Hopeless”, “Sesalku”, dan “Terakhir Kalinya”. Starlit telah mengalami beberapa kali pergantian personil, dan formasi terbaru mereka terdiri dari Djati (keyboard & synthesizer), Denny (gitar), Kristian (bass), dan Ijes (vokal). Sebelumnya, band ini juga dikenal dengan vokalis wanita bernama Tiara.
Manja adalah band rock alternatif asal Bali yang terbentuk pada tahun 2017, terdiri dari James Sukadana (vokal), Nick Pratama (gitar), dan Mark Saputra (keyboard). Mereka dikenal dengan musik yang memadukan unsur Timur dan Barat, serta lirik yang inspiratif dan pesan sosial. Single terbaru mereka adalah “Still Young (Reprise)” yang dirilis pada bulan Maret 2025.
SUNDOWNER adalah band duo asal Bali yang baru-baru ini merilis album perdana mereka berjudul “Better Than That”. Album ini diprakarsai oleh Ben, pemain bas dan produser band ini, yang juga merancang album saat bertemu Lily, vokalis band. Mereka berdua menciptakan musik yang menggabungkan unsur musik lawas dengan nuansa masa kini. Selain itu, ada juga acara “Sundowner Party” di Fairfield by Marriott Bali Legian, yang terinspirasi oleh nama band ini, yang menawarkan suasana Bali melalui rasa, suasana, dan pelayanan hangat.
Jumat Libur Soundsystem adalah band reggae asal Bali yang terkenal dengan perpaduan musik live dan beat, serta lirik yang menceritakan tentang romansa, keceriaan, dan sensualitas. Mereka terdiri dari anak muda lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Jumat Libur Soundsystem juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial, seperti merilis album perdana “Fun De Mic” sambil menggalang dana untuk panti asuhan Kultur Media.
Bertabvr Bintang adalah band yang mengusung genre easy listening dengan nuansa musik yang lembut dan menenangkan. Lagu-lagunya memiliki melodi yang ringan, vokal yang halus, serta aransemen yang sederhana namun menyentuh, menjadikannya cocok didengarkan saat bersantai atau menemani suasana tenang. Musik mereka mudah dicerna oleh berbagai kalangan dan memberikan kesan hangat serta nyaman bagi para pendengarnya.
Pulse, band hardcore Bali yang terbentuk di kota Semarapura, 2022 lalu oleh beberapa teman-teman lama. menghadirkan musik dengan gaya lirik yang dominan bertemakan tentang pergaulan sehari hari. Mereka menggabungkan beatdown yang berat, riff tajam dengan lirik yang banyak mengandung makna eksplisit. Pulse menyuarakan ketidakpuasan dan kemarahan melalui musik mereka, merayakan kebebasan ekspresi dalam dunia musik.
BURUNG LIAR adalah sebuah band dari Bali. Band ini dikenal dengan lagu-lagu yang bertemakan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Mereka juga menyuarakan isu-isu sosial dan budaya Bali. Selain lagu-lagu bertema lingkungan, BURUNG LIAR juga dikenal karena penggunaan lirik yang puitis dan musik yang khas Bali, seringkali dikombinasikan dengan pesan-pesan sosial yang kuat. Mereka juga sering tampil dalam berbagai acara musik di Bali dan memiliki basis penggemar yang cukup besar.
Sapi Terbang Perkasa adalah band punk rock asal Bali yang dikenal dengan nama unik dan energi panggung yang eksplosif. Mereka mengusung musik dengan tempo cepat, lirik yang lugas, serta semangat kebebasan khas punk. Salah satu lagu mereka yang cukup dikenal adalah “Let Me Go”, yang menonjol lewat riff gitar bertenaga dan vokal penuh emosi. Band ini menjadi bagian dari skena musik independen Bali dan terus tampil di berbagai panggung lokal, membawa pesan perlawanan dan ekspresi bebas dalam setiap penampilannya.
The Djihard adalah ikon awal skena punk rock dan hardcore di Denpasar, Bali, yang berdiri sejak 1997 dengan nama awal Djihad . Setelah insiden bom Bali, mereka mengganti nama menjadi The Djihard untuk menghindari stigma negatif. Formasi band terdiri dari Roy (vokal), Dewa (gitar), Oche (bass), dan Oka (drum). Discografi utama mereka mencakup album perdana Invisible Justice (1999), Tikam Negeri (2006), dan Macan Asia (2013), serta EP & rilisan rekam ulang seperti Invisible Justice + Tikam Negeri (2022) yang bahkan dirilis di vinyl oleh label In Punk We Trust.
IronHead adalah band heavy stoner rock dari Denpasar, Bali, yang berdiri sejak tahun 2017. Dipimpin oleh vokalis Ida Bagus Ary Cahyantara Utama, mereka mengusung warna musikal gelap dan berat, diperkaya dengan elemen psychedelic yang menciptakan suasana soundscape menyesakkan sekaligus transenden . Formasi mereka mencakup Ricky Dwipa (bass), I Wayan Mardangga (drum), Agus Cevin Kristian (lead guitar), dan Jiva Mahotama Putra (rhythm guitar)
Leeyonk Sinatra adalah grup musik pop inovatif asal Denpasar, Bali, yang berdiri sejak tahun 2006. Awalnya bermula dari solo project oleh Bolo (Putu Indra Pratama), nama “Leeyonk Sinatra” dipilih sebagai penghormatan pribadi kepada Frank Sinatra, bahkan hingga sang putra turut diberi nama tersebut . Tahun 2006 mereka merilis single debut “Tari Sing Pedidi”, namun baru pada 2013 mereka resmi menjadi band lengkap dengan formasi Bolo (gitar/vokal), Yudi Dharmawan (vokal), dan Jiggo Palawara (keyboard)
Stormhour adalah band death metal progresif asal Gunung Batukaru, Penebel, Tabanan, Bali, yang berdiri sejak 2011. Mereka mengeksplorasi jalur musik keras dengan pengaruh dari Sepultura, Opeth, Job For A Cowboy, dan Dying Fetus, lalu menemukan identitas kuat mereka di genre technical/progressive death metal . Pada 22 November 2022 mereka merilis EP debut Architects of Catastrophe secara mandiri melalui Skullism Records, berisi lima trek death metal teknikal penuh kompleksitas. Lagu-lagu seperti “Human Eradicated” —diciptakan sejak 2015— dan “Suffer Corporal Punishment” menonjolkan perpaduan riff progresif dan struktur breakdown agresif.
Yan Srikandi (nama asli I Wayan Sriada, lahir 1977 di Tejakula, Buleleng) adalah penyanyi senior pop Bali yang aktif sejak akhir 1990‑an. Kariernya dimulai dengan single debut “Kopi Manis Acangkir” (1999), namun popularitasnya meroket berkat lagu ikonik “Desiran Angin” (2004), yang baru saja ia rilis ulang versi koplonya pada 2023 dan mendapat lebih dari 560 ribu views . Tahun 2025 menandai tonggak besar bagi Yan: single “Karadang” (rilis 5 Maret 2025), hasil kolaborasi dengan Rah Tresna dan diaransemen oleh Ojik Bray, berhasil meraih lebih dari 2,1 juta views dan masuk trending musik YouTube
Carnage adalah band deathcore asal Denpasar, Bali, yang terbentuk pada pertengahan 2020. Dengan formasi Nesa (vokal), Vito dan Jhon (gitar), Gilang (bass), serta Tio (drum), mereka langsung merilis dua single awal berjudul “Awakening” (September 2020) dan “Deadnation” (Agustus 2021), yang saat ini tersedia di berbagai platform digital . Gaya musik Carnage mengombinasikan teknik blast beat, riff berat ala deathcore, dan breakdown yang agresif—mengusung tema-tema seperti alienasi, manipulasi sosial, hingga krisis kehidupan muda
Reject adalah salah satu band hardcore-punk legendaris dari Denpasar, Bali, yang muncul pada akhir 1990-an sebagai bagian dari gelombang musik bawah tanah di pulau ini . Terinspirasi oleh semangat DIY dan kritik sosial, mereka aktif dalam komunitas Punks Reformasi—sebuah koalisi band-band punk lokal seperti The Djihard, Criminal Asshole, dan Total Vandal—yang pernah mengeluarkan single solidaritas berjudul “Bali Bersama JRX” untuk mendukung drummer Superman Is Dead, JRX SID
Berkorea.id adalah komunitas aktif penggemar K‑Pop di Bali yang rutin menggelar event-event seru bertema Korea seperti karaoke noraebang, dance random play, dan gathering bertema fandom K‑Pop. Berdasarkan tagar di TikTok, acara mereka biasanya digelar di kafe atau bar, misalnya di MY MIMI restaurant & bar di Seminyak, dan mengundang sekitar 350 orang penggemar setiap sesi . Acara “Knight Vol” merupakan seri populer mereka, menampilkan berbagai segmen seperti karaoke, dance challenge, dan peluang bermain soundtrack favorit grup K‑Pop.
Little Isekai adalah komunitas kreatif asal Bali yang mengangkat budaya pop Jepang ke dalam berbagai event seru seperti cosplay, karaoke anime (wota), dance cover, hingga pesta bertema wibu. Sejak aktif pada 2024, Little Isekai telah menghadirkan berbagai acara seperti Yokai no Sekai: Seirei no Yoru—sebuah pesta kostum bernuansa yokai Jepang yang digelar di Kaja Bali—dan Wibu Night yang menjadi ajang berkumpulnya para pecinta anime, manga, dan budaya Jepang lainnya. Dalam event-event tersebut, mereka menggabungkan nuansa Jepang modern dengan hiburan lokal, menjadikannya ruang ekspresi bagi generasi muda Bali yang menyukai subkultur wibu.